Masyarakat di
manapun pasti terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri
dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen
yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya atau terjadinya
kelompok sosial ini maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau
terbentuklah masyarakat yang berstrata. Dalam masyarakat tradisional terdapat
tingkatan-tingkatan yang tersusun secara vertikal. Posisi seseorang dalam suatu
tingkat ditentukan oleh seberapa banyak ia memiliki sesuatu yang memiliki nilai
lebih, masing-masing tingkatan dan golongan memiliki hak dan kewajibannya
sendiri-sendiri.
Dilingkup
mahasiswa, “Dosen” termasuk stratifikasi berdasarkan tingkat pendidikan
yang selalu kita patuhi dan selalu dianggap benar. Semakin tinggi pendidikan
yang dimilikinya, semakin tinggi pula kedudukan sosial dihadapan mahasiswa.
Menurut saya, dosen adalah seorang pendidik profesional dan ilmuwan dengan
tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat. Dengan keberadaan dosen kita akan lebih mudah menangkap
informasi yang benar dan yang salah.
Namun dalam
berita terbaru yang saya dapat, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fisip
Universitas Negeri Jember (Unej) menggelar aksi damai di kompleks kampus. Selasa
(6/12/2016). Dalam keterangan pers selebaran menyebutkan, aksi ini dipicu
munculnya gerakan diskusi G-212 yang digagas oleh sejumlah dosen. Mahasiswa
menyebut gerakan G-212 dimanfaatkan oleh oknum dosen yang tak terima pasca
penetapan dekan oleh Rektor Unej beberapa waktu lalu. Peristiwa
tersebut diduga mengintimidasi mahasiswa agar mengikutinya, disisi itu ada pemaksaan yang
dilakukan dosen pengampu kepada mahasiswa dengan ancaman akan dicoret dari
presensi mata kuliah bilamana mahasiswa yang bersangkutan tak mengikuti forum
G-212 tersebut. “Kata Koordinator Aksi,
Achmad Faizal B ditengah aksi demonstrasi di Gedung Fisip kampus Unej”.
Aksi ini juga
diawali dari Gedung Rektorat Kampus Unej, kemudian massa melakukan longmarch
dengan mengelilingi beberapa fakultas. Selain membentangkan spanduk bertuliskan
kecaman, mereka juga melakukan orasi dan meminta tanda tangan dukungan dari
Civitas Akademika Kampus Tegal Boto. Sebelumnya,
keputusan Rektor Unej Mohamad Hasan yang menetapkan Ardianto sebagai Dekan
Fisip dan Sofyan menjadi Dekan FIB berbuntut panjang.
Sejumlah mahasiswa dan dosen di FISIP dan FIB Unej menggelar aksi demontrasi. Mereka memprotes keputusan Rektor Unej karena dinilai tak sesuai dengan hasil pemilihan di tingkat Senat Fakultas. Namun terkait pemilihan itu, Penasehat Hukum Unej, Nurul Ghufron mengatakan, penetapan kedua dekan tersebut telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Yakni, Peraturan Menteri Pendidikan nomor 67 tahun 2008 serta Peraturan Rektor Unej periode sebelumnya, tentang pengangkatan dan pemberhentian dosen sebagai pimpinan fakultas.
Sejumlah mahasiswa dan dosen di FISIP dan FIB Unej menggelar aksi demontrasi. Mereka memprotes keputusan Rektor Unej karena dinilai tak sesuai dengan hasil pemilihan di tingkat Senat Fakultas. Namun terkait pemilihan itu, Penasehat Hukum Unej, Nurul Ghufron mengatakan, penetapan kedua dekan tersebut telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Yakni, Peraturan Menteri Pendidikan nomor 67 tahun 2008 serta Peraturan Rektor Unej periode sebelumnya, tentang pengangkatan dan pemberhentian dosen sebagai pimpinan fakultas.
Koordinator aksi, Gesang Suryandaru mengatakan, dalam aksi kali ini mereka membuat petisi yang berisi tiga poin. “Pertama, oknum dosen yang tergabung dalam G-212 wajib berbenah diri. Selanjutnya, mahasiswa meminta aksi provokasi yang dilakukan oknum dosen segera dihentikan karena mereka menilai forum diskusi tersebut adalah provokasi yang bertopeng kegiatan akademis. Dan yang ketiga kami menuntut oknum dosen G-212 meminta maaf kepada mahasiswa yang menjadi korban intimidasi secepatnya,” kata Gesang.
Menanggapi tuntutan mahasiswa itu, Rektor Unej Mohamad Hasan mengatakan, akan merespon tuntutan mahasiswa dengan menelusuri kebenaran informasi yang diterima. Karena menurutnya, sebagai lembaga pendidikan, Unej membuka ruang bagi civitas akademika untuk membuat berbagai forum diskusi dan penyampaian pendapat, selama hal tersebut tidak bertentangan dengan semangat pendidikan dan demokrasi itu sendiri.
Dunia kampus yang
notabenenya adalah sebagai tempat transfer
of knowledge and caracter building (memberikan
ilmu pengetahuan dan membangun karakter), namun kini sudah menjadi tempat untuk
melahirkan generasi-generasi yang apatis, hedonis, serta individualis. Padahal
Esensi dan Subtansial mahasiswa adalah generasi yang kritis dan mengedepankan
kebenaran yang hakiki.
Mahasiswa
memiliki beban moral menjadi penengah antara kaum elite dan kaum bawah,
mahasiswa juga sebagai mediator publik. Mahasiswa sebagai kontrol sosial
dapat memainkan perannya sebagai alarm dan peran mahasiswa sebagai palu.
Sebagai alarm mahasiswa berfungsi sebagai pemberi sinyal adanya kesenjangan
antara harapan publik dan penguasa sebagai pemberi hak publik. Secara otomatis,
sinyal itu menjadi alarm bagi pemerintah untuk melakukan koreksi diri.
Bahkan jika saya
yang menjadi salah satu dari mahasiswa dalam forum tersebut, penyelenggaraan
forum G-212 itu sangat merugikan mahasiswa. Sebab, agenda perkuliahan menjadi
terganggu karena para dosen di perkuliahan lebih memilih menghadiri forum
tersebut dan tidak memberi hak-hak perkuliahan sesuai mata kuliah yang sedang
ditempuh.
Jika mereka tidak melakukan demontrasi maka pada dasarnya mereka telah
menaklukan dirinya pada orang lain yang memiliki kekuasaan formal sehingga
tanpa disadari haknya sebagai seorang mahasiswa akan hilang. Untungnya mereka
semua memiliki kesadaran yang tidak hanya mengetahui tapi mereka juga berdaya
mengambil sikap dalam menuntut haknya.
Menyandang gelar
mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan karena tanggung jawab
yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Pengertian mahasiswa tidak bisa
diartikan kata perkata. Mahasiswa adalah seorang agen pembawa perubahan.
Mahasiswa menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang
dihadapi oleh masyarakat di daerah maupun bangsanya.
Mahasiswa juga
memiliki berbagai macam label yang melekat pada diri mahasiswa diantaranya :
mahasiswa sebagai Direct Of Change (melakukan perubahan langsung) karena
sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki diatas rata-rata masyarakat biasa pada
umumnya. Mahasiswa sebagai Agent Of Change (pembuat perbahan), maksudnya
sumber daya manusia yang dimiliki mahasiswa ini untuk melakukan perubahan.
Mahasiswa sebagai Iron Stock, artinya sumber daya
manusia dari mahasiswa tidak akan pernah habis. Mahasiswa sebagai Moral
Force, artinya mahasiswa itu kumpulan orang yang memiliki moral
yang baik. Mahasiswa sebagai Social Control (pengontrol kehidupan social),
contohnya mengontrol kehidupan sosial yg dilakukan pemerintah terhadap setiap
kebijakan.
Mahasiswa sebagai
orang yang disebut-sebut sebagai insan intelektual, haruslah dapat mewujudkan
status tersebut dalam ranah kehidupan nyata. Dalam arti menyadari betul bahwa
fungsi dasar mahasiswa adalah bergelut dengan ilmu pengetahuan dan memberikan
perubahan yang lebih baik dengan intelektualitas yang dimilikinya selama
menjalani pendidikannya tersebut.
Fakta ini
membuktikan bahwa mahasiswa sebagai kontrol sosial menjadi garda terdepan dalam
menjaga kestabilan sosial. Fungsi taktis yang menopang peran mahasiswa dalam
mengawasi akademis bukan tanpa masalah. Saat ini mahasiswa mulai kehilangan
format gerakan yang tepat dalam menjalankan fungsinya tersebut. Gerakan yang
dilakukan mahasiswa harus bisa menjadi problem solver (pemecah masalah), jangan sampai
gerakan tersebut malah menimbulkan masalah baru atau bahkan memperparah
keadaan.
Duluu... Saya juga orang yang
protes terhadap demo mahasiswa, tapi setelah saya pelajari, saya mulai belajar
bahwa saya harus cukup tahu diri untuk tidak menilai sesuatu dari apa yang
terlihat saja. Mengontrol lidah saya mungkin jauh lebih baik. So, jangan asal
demo! tapi harus yang terpelajar yaa.. HIDUP MAHASISWA!!! #SaveUnej J

