Assalamualaikum....
*Gini guys, banyak
dari teman-teman yang sudah tau tapi enggan berjilbab alasannya belum siap atau
dari pada berjilbab tapi bejat, mending jilbabin hati dulu.. dan ada yang belum
tau wajib hukumnya mengenakan jilbab.. bahkan setiap kali berbicara
mengenai hukum wajib menggunakan jilbab sering kali ada perdebatan/pembantahan
yang terjadi..”u
![]() |
| Vanilla Caffe |
Beberapa waktu lalu saya lagi nongki
di Vanilla Caffe, tanpa sengaja saya bertemu sama teman-teman lama waktu SMP.
Akhirnya kami makan bareng dan sedikit curcol. Dari berbagai obrolan kami, akhirnya ia melontarkan
satu pertanyaan. "Def, sekarang jilbaban terus ya?". Saat
itu saya cuma tersenyum sebelum memberikan jawaban.
Memang sih kalau saat SMP saya gak pakai jilbab,
tapi kalau udah pulang sekolah gitu selalu pakai jilbab. Soalnya harga seragam
lengan panjang menurut saya saat itu mahal dari pada yang lengan pendek.
Kasihan orang tua saya, akhirnya terpaksa saya pilih saja seragam yang tak
berjilbab. Hal semacam itu sebenarnya sangat mudah menjawab pertanyaan
yang sudah familiar di telinga saya.
Namun, sulitnya itu ketika harus meyakinkan orang lain
tentang sesuatu hal dimana saya
sendiri baru bisa meyakini diri saya sendiri setelah beberapa tahun menjalaninya. Jadi engga salah juga sih
kalau masih banyak orang yang mempertanyakan keteguhan
saya dalam memakai hijab ini hehehe. Bahkan saat diajak keluar sama
kakak saya sebentar, entah ke ATM atau kemana gitu saya selalu pakai jilbab,
dan itupun masih dikatain “dadak jilbaban!”. Nah ini nih yang bikin saya
ketawa.
Memang, engga ada satupun
dari kita yang mau dianggap sok suci. Tapi saat ini saya bisa mengatakan bahwa tampaknya keputusan untuk membuka hijab akan menjadi sebuah keputusan terbodoh
yang bisa saya buat dalam hidup saya. Saat ini hijab bukan hanya
sebagai sebuah kewajiban, tetapi menjadi bagian dari diri saya.
Dan untuk mencapai
tahap tersebut bisa dibilang sangat jauh dari mudah. Setiap
malam saya harus belajar ke madrasah dan tak mau telat hadir ketika ada
pengajian. Biasanya sih mengenai seputar agama mulai dari saling
berbuat kebaikan, cerita tentang para nabi, yang pasti mengingatkan saya tentang norma
- norma dalam agama Islam.
Kebetulan hari itu, topik yang diangkat
oleh pak ustadz dalam sebuah pengajian umum dalam rangka bersih desa adalah tentang kewajiban untuk menutup
aurat bagi perempuan. Engga usah dibahas lebih dalam lah
yaa disini tentang apa aja kewajiban kita sebagai
perempuan untuk menutup aurat. Intinya, “Seorang wanita yang
berjilbab ia akan mudah dikenal dan tidak akan diganggu”.
Engga lama sejak itu, akhirnya saya
benar-benar mencoba membandingkan bagaimana rasanya keluar rumah memakai jilbab
dan tidak memakai jilbab diluar jam sekolah (saat itu masih SMP). Dan ternyata fakta membuktikan ketika kita
tidak memakai jilbab itu sangat tidak aman sekali, banyak gangguan yang saya
alami ketika perjalanan. *serius. Padahal disitu jalannya juga ramai. Entah di
“Suit-suit”, diikutin dari belakang, bahkan dicolek-colek. Lalu saya melewati
jalan yang sama juga, ternyata ketika saya memakai jilbab sama sekali tidak ada
yang menggoda. Jadi merasa aman kemanapun saya pergi. Disinilah saya mulai suka
mendalami ajaran agama mengenai perempuan muslimah.
Walaupun terkadang saya juga masih melihat teman-teman yang belum memakai jilbab. yang selalu terlintas dalam pikiran saya, andai ya kita itu memakai jilbab dan berpakaian yang menutup aurat, menurut saya itu akan lebih bisa menyenangkan dan kitapun bebas berekspresi.
Tetapi dengan cukup banyaknya teman saya yang berjilbab dan
sekarang style hijab menjadi trending topik sehari-hari, membuat saya tidak
ingin melepas hijab ini. Selain itu, saya semakin percaya
diri. Inilah faktor utama tingginya keyakinan untuk menutup
aurat.
Banyak sekali lontaran yang saya terima
seperti "Mbak, cantiknya pakai jilbab. Pasti anak baik-baik",
katanya sambil tersenyum. Mendengar hal itu, pandangan orang terhadap wanita
yang berjilbab pasti dianggap wanita baik-baik. Padahal banyak sekali
kekurangan dibalik jilbabnya tersebut. Saat itu saya langsung teringat dengan
salah satu dp temen saya yang ada di BBM, “Kita dihargai bukan karena kita
mulia, tetapi karna Allah masih menutup aib dan segala keburukan yang pernah
kita perbuat, dengan menutup aurat”.
Menjadi mahasiswa di IAIN memberikan kebahagiaan
tersendiri bagi saya. Tempat ini merupakan awal dimana rasa percaya diri dan kenyamanan saya
dalam memakai hijab meningkat dengan pesat. Banyak diantara
mereka yang patut dijadikan sebagai role model dengan kelebihan
yang mereka miliki.
Hal ini bukan hanya membuat saya merasa
memiliki teman seperjuangan tetapi juga memicu saya untuk menjadi lebih baik
dalam membawa hijab yang lebih baik. Saya menjadi tahu bagaimana cara mengontrol diri saya supaya tetap bisa
menjalankan apa yang sepantasnya dilakukan oleh seorang perempuan berhijab.
Baik dalam berpikir, berbuat maupun berucap.
Salah satu teman saya pernah mengatakan bahwa "Perempuan yang mengenakan
hijab belum tentu lebih baik dari yang mereka yang
tidak mengenakannya". Saya setuju
dengan pernyataan tersebut,
dan saya yakin banyak orang di luar sana yang
sependapat dengan itu ketika melihat hijaber yang
seperti saya ini. *Hehehe... Bagaimanapun orang memandang hijab,
saya yakin setiap orang punya cara dan pikirannya masing -
masing.
Satu contoh sederhana adalah ketika
kebanyakan orang belajar supaya bisa menjadi sempurna baru kemudian mengenakan hijab,
namun disini saya justru memilih belajar
banyak dari hijab supaya bisa menjadi orang yang
lebih baik dan berakhlak. menurut saya saat ini hijab adalah guru terbaik bagi
saya setelah bunda saya dan pengalaman yang
saya lalui. Hijab bukan hanya memberi
banyak pembelajaran dari segi agama,
tetapi juga secara keseluruhan.
Disini satu hal yang perlu saya tekankan adalah menjadi lebih baik bukan berarti sempurna, sempurna itu hanya milik Allah SWT. Masih inget pepatah jaman SD kan, bahwa tidak ada gading yang tak retak? Jadi baik saya, para perempuan berhijab lainnya, maupun yang engga berhijab, kita semua, pasti tetap banyak kekurangannya. Engga perlu takut dengan kekurangan, karena dengan itu bisa menyadarkan kita untuk belajar supaya bisa lebih dari itu. Dan yang lebih penting lagi, sebuah pembelajaran itu engga selalu berjalan sebentar, tetapi kadang memerlukan proses yang panjang supaya bisa bertahan lama. Nikmati aja proses itu, engga usah dihiraukan apa kata orang tentang kita dan proses yang kita jalani. Karena orang lain hanya bisa melihat apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar, tetapi engga merasakan apa yang kita alami sebenarnya. So, don’t worry guys! Tetep menjadi diri sendiri, yang mau berubah lebih baik. Happy weekend J
Disini satu hal yang perlu saya tekankan adalah menjadi lebih baik bukan berarti sempurna, sempurna itu hanya milik Allah SWT. Masih inget pepatah jaman SD kan, bahwa tidak ada gading yang tak retak? Jadi baik saya, para perempuan berhijab lainnya, maupun yang engga berhijab, kita semua, pasti tetap banyak kekurangannya. Engga perlu takut dengan kekurangan, karena dengan itu bisa menyadarkan kita untuk belajar supaya bisa lebih dari itu. Dan yang lebih penting lagi, sebuah pembelajaran itu engga selalu berjalan sebentar, tetapi kadang memerlukan proses yang panjang supaya bisa bertahan lama. Nikmati aja proses itu, engga usah dihiraukan apa kata orang tentang kita dan proses yang kita jalani. Karena orang lain hanya bisa melihat apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar, tetapi engga merasakan apa yang kita alami sebenarnya. So, don’t worry guys! Tetep menjadi diri sendiri, yang mau berubah lebih baik. Happy weekend J
